Showing posts with label Failed IVF. Show all posts
Showing posts with label Failed IVF. Show all posts

Friday, April 14, 2017

Ikhtiar IVF 3rd attempt

Bismillah...

Semoga sharing ini bermanfaat buat orang lain dan semoga jadi berkah buat dunia akhirat, Aamiin..Berdoa dulu di depan sebelum nulis hehehe.

Yak wokey, let's start sharing 3rd IVF journey. Di posting sebelumnya, saya cerita bagaimana akhirnya after laparoskopi endometriosis, kami memutuskan untuk memulai ikhtiar kami lagi lewat IVF. Ada beberapa hal yang dilakukan berbeda this time, dengan yang sebelumnya. Mungkin lebih enak kalau saya lgs point out one by one:

The Doctor
This time, kami dipegang oleh dokter Muharam, klinik yasmin di RSCM kencana. Awalnya, ada teman suami merekomendasikan beliau untuk treatment laparoskopi dengan beliau. Kami mendapati beliau sabar dan tidak terburu-buru selama menangani post op laparoskopi saya. Walaupun beliau menganjurkan untuk lakukan bayi tabung after laparoskopi, tapi beliau sabar telaten selesaikan treatment endometriosisnya dulu. Setelah beres, hormon dan vitamin level saya diperbaiki dulu. Setelah beres, baru go no go start bayi tabungnya.

Selama prosedur bayi tabung dilakukan, beliau consider banget track record saya sebelumnya yang kena OHSS. Jadi beliau hati-hati sekali kasih dosis gonal dan kontrol estrogen level saya. Obat yang injection before OPU saya juga dikasih yang berbeda dg biasanya. Katanya kalau jenis obat injection ini, memang untuk meminimalisir resiko OHSS. Dan Alhamdulillah OHSS memang tidak terjadi.

Setelah Embryo Transfer, ada obat injection yang memberikan penguatan rahim kalau tidak salah, tetapi ternyata badan saya lagi-lagi berespon berlebihan. Cairan banyak di rongga perut, mual dan muntah. Akhirnya dokter juga memberhentikan injection tersebut dengan pertimbangan supaya kondisi rahim tetap kondusif untuk implantasi si embryo. Wokey, trust the doctor ladies.

Terima kasih sekali ya dokter. It was a comfortable IVF journey for me.

The Process
Nah kalau ini lucu. Saya jeda program IVF ini kan memang lama, around 3 tahunan. Dan ternyata memang saya sudah lupa semuanya hahahaha. Capeknya bolak-balik rumah sakit, suntik-suntiknya, urutan2nya, sumpah lupa semua. Jadi seperti rookie lagi. Suster di yasmin sering bilang "Bu Tyas, seperti biasa ya caranya". Saya bilang "Suster, saya lupaaaaaa anggap saya pasien baru"😝

Lalu ya memang teknologi tambah maju ya, Alhamdulillah. Dulu setelah ET, tidak ada disuntik-suntik pengencer darah (Lovenox/Arixtra), sekarang sepertinya itu mulai jadi prosedur tetap after ET. Jadi sempet bingung juga, lho kok masih ada suntik-suntik after ET hehehehehe.

The Research
This one is special. Ceritanya sebulan sebelum mulai prosedur bayi tabung, saya lihat ada standing banner di klinik yasmin. Department Psikiatri sedang melakukan penelitian kerjasama untuk memberikan program pendampingan kepada pasien bayi tabung. Mereka membutuhkan Volunteer untuk jadi subyek penelitian. Dan tanpa pikir panjang, saya mendaftar.

Mengapa I really support pendampingan psikologis for IVF journey?
  • Dalam proses bayi tabung, we know, perasaaan Cemas, Stress , Khawatir is our dearest friend yang selalu datang. Dan ternyata faktor emotional itu juga berpengaruh terhadap kondisi fisik kita
  • Dengan dibantunya kita mengontrol stress level kita, harapannya kondisi fisik kitapun terbantu untuk lebih stabil dalam ongoing IVF journey.


AHA!! point yang saya dapatkan untuk manage stress level during IVF journey? 
-Ini penghayatan pribadi yak, jangan dianggap representasi scientific penelitian whatsoever-
  • Manusia itu cenderung lebih inget peristiwa/informasi negatif daripada yang positif (gw banget 😜 ). Jadi dalam hal ini, AHA point adalah BALANCE alias inget juga hal-hal positif yang ada.
  • Manusia itu cenderung terburu-buru dan antisipatif. AHA point adalah TUNGGU alias pikirkan nanti saja, pada saat waktunya tiba.
Semoga saja kedepannya penelitian ini bisa dijadikan model pendampingan tetap/standard buat pasien bayi tabung di klinik yasmin..👍👍

Mi Familia & Group Support
Segmen ini adalah a thank you note. Suami yang mendampingi selalu, my rock and my best friend (pengen nangis cliche but I could not do this without you 💓). Orang tua yang selalu mendampingi, terutama Bapak dan Ibu mertua. Karena beliau-beliau adalah dokter, jadinya yang selalu menolong menantunya untuk urusan persuntikan. 

Teman-teman di grup WA bayi tabung, yang sudah sangat menginspirasi dengan cerita-ceritanya. Info-info yang dishare berarti banget, karena paling tidak jadi ada referensi dikala kebingungan.

Besties through personal WA or yang kopi dart, you know who are...Terima kasih mau sekedar dicolek untuk venting out 😊


RESULT
H-1 sebelum tes Bhcg, saya ngobrol sama suami. Saat itu rasanya badan ga merasa any sort of pregnancy symptom. Saya bilang "Sesuai Ketetapan-Nya, kita diberi waktu sampai besok untuk ikhtiar dan doa. So, be it until tomorrow". 

Besok, saat terima raport dan melihat hasilnya negatif, somehow lebih calm. Karena kita melakukan ikhtiar dan doa tanpa putus harapan, sampai batas akhir yang saat ini diijinkan-Nya. InsyaAllah, tidak kehilangan harapan pada-Nya, for Allah always answer every prayers.
Image result for quran verse never give upImage result for quran verse supplication

NEW FINDINGS
Hari bagi raport itu, Dokter mau mencari tahu lebih lanjut apa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap kegagalan kali ini. Beliau merujuk saya ke hematolog, untuk lihat  apakah ada faktor hematologi dan imunologi yang bermasalah. Dan setelah berbagai macam tes lab, ternyata oh ternyata ada banyak rombongan masalah di area ini. Sederet diagnosa baru ketulis di kertas medical record saya: 1) Antiphospholipid Antibody Syndrome, 2) Deficiency protein, 3) Lupus (?!?!?). Awalnya shock, karena saya tidak merasa any of the symptom at all. Sedih, and I put pitty on myself. Like I almost had enough.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, Alhamdulillah ini diijinkan olehNya, utk tahu ada masalah apa sebenarnya. Well, better than daripada no explanation for this IVF failure. Paling tidak ada tindakan yang bisa diambil, ada langkah baru yang bisa dicoba dan ada New Hope.
Dan kalau memang dibukakan jalan oleh Allah, lewat treatment darah & autoimmune ini, Semoga menggiring langkah kami lebih dekat menuju terkabulnya doa kami, Aamiin.

Closing down this journey.....Mix feeling....
Kalau ada yang mau sharing tentang any info tentang hematologi & immunologi related sama IVF, will be much appreciated. Coz with minimum information, saya garuk-garuk kepala juga bingung hehehe. Semoga in next writing, ada informasi lebih yang bisa saya sharing related with my "New found friends".

A note to my self & all, Semangat dalam jalan-Nya is always the best option that we had ❤


Cheers,
TTC Fighter
Tyas


Thursday, December 4, 2014

New Path New Hope

I love my career, I love my workplace, I love my colleagues, I admired my bosses.....
I love the best feeling when accomplishing assignments and the celebrations....
I love sharing and passing on values to my juniors, knowing I contributed nurturing the seeds for future....
I said goodbye to all of that on 1st October 2014...It is bittersweet leaving all of those happy memories...


Tapi sebenarnya sampai ke keputusan untuk leaving my career adalah process of a thousand lessons. Allow me to revisit again...

AT THE BEGINING....
Sebelumnya, saya memang berencana berhenti bekerja untuk lebih fokus trying to have a baby.
Apalagi after failes IVF attempts, making me more determined more than ever before, to leave my high fast lane career yang stressfull banget. Untuk lebih santai body and mind, well people use to say it can help you to be more fertile and most of all for my inner peace (ala Po kungfu panda). Karena sekeras-kerasnya saya berteriak "I'm fine with the failed IVFs!!!!!", well I'm not. And it started to make an impact to my work, there are bad days when I can even get my mind to focus on my notebook. Jadi, mentally I do need a break to find my balance inner peace.

THE FINAL PHASE...
Recently, I've looked around, paying attention outside my inner turmoil fighting to have a baby.
Shifting my attention to my little family...
Semakin saya perhatikan, semakin nyata my flaws. Some of the examples that I've never been proud of:
- Selalu berdoa dengan khusyu asking for miracle baby, tapi berdoa seadanya for imamku (Wrong #1)
- Selalu berdoa untuk hati yang tenang, tapi min. effort utk membuat rumah yang hangat (Wrong #2)
I learn that...I'm not making the most of what I have now...Not living in the present...
Terlalu fokus pada sesuatu yang even belum ada in my world...

I began to pray more for my imam. Doa panjang yang saya rangkai dengan hati. Saya ingat waktu merangkai doa, ternyata tidak semudah itu. Merangkai doa untuk memohon yang kita inginkan, itu lebih mudah. Tapi untuk memohon sesuatu yang kita inginkan UNTUK ORANG LAIN....itu sulit.
Apa yang kita inginkan, belum tentu yang mereka inginkan, right? But hey, tidak ada cara yang paling initimate in loving someone selain mengirim doa untuk mereka. It's a secret divine way.

I began trying to build a warm home to come home to. I learned that, tidak ada yang bisa menggantikan a woman's touch in a family. The scent, presence, aura, heart & love of a woman through :
- home-made meal hot and always welcoming during breakfast & dinners
- home-made juices and cold refreshment drinks ready in the fringe to soothe the thirst
- carefully selected method of washing the clothes so they are soft & fragrant ready to caress the skin
- green garden to soothe tired eyes, flowers in the corners of rooms to colored the rooms
- Well maintained, cozy home giving warm feeling to come home to
- And availability of yourself, hands to massage the ones you love to loosen their strained neck, your 100% attention of how their days going and how you can help them prepare what they need for the next day.

I can not do all of those things while I'm working 8-5 for one of the top car manufacturer in the world.
Plus crazy traffic in jakarta is really not helping. Berangkat 5.30 AM dan sampe rumah lagi  9 PM.
For me, it's impossible. Ibarat pesawat, saya cuma punya mesin baling2 bambu, bukan jumbo jet, jadi sampe rumah sudah tinggal landing. I trully admired for all super woman out there who can jugling all of that. Tapi its time for me to admit, I'm not one of them. I have to choose. As a summary of my assessment to my little family Its not good at all...I failed...I missed a lot...I lost a lot...I paid a high price, but earned my valuable lesson...

Akhirnya mantap resign dari tempat kerja. Bukan karena orang bilang begini begitu dan lain lain. Tapi karena saya berproses, saya sadar that my scenario of life is not like general people scenario so i need to do things differently. Dan karena i need to do things differently i need more energy for myself to keep me going, sane and balance (whoosah, inner peace lagi ala Po kungfu panda, love that movie..)

So, what is the story of my life now? really its just
- Finding more flexible job (let me share it later, its quite interesting the things i found)
- 100% shifting my focus to my little family and learning to resonate the love in my heart
New path new hope...